Minggu, September 07, 2008

PLAGIARISME DI KALANGAN PELAJAR

Disusun oleh Septyan Angga

PEMBUKAAN

Di jaman yang moderen ini manusia dituntut untuk selalu bergerak cepat untuk menghasilkan sesuatu. Manusia diberi waktu yang hanya sedikit untuk bias melakukan tugas-tugasnya. Cara yang cepat ini biasa disebut dengan cara instant. Tetapi instant tidaklah selalu baik. Walaupun instan, tetap harus ada yang namanya proses. Keinginan yang selalu ingin cepat atau instant ini sudah menjadi kebiasaan atau bahkan menjadi budaya di Indonesia. Dan yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah kebiasaan ini mengakibaykan banyak sekali kerugian atau dampak buruk.

Salah satu dampak buruk dari kebiasaan atau budaya instan ini adalah plagiarisme. Plagiat ialah pengambilan karangan orang lain dan menjadikannya seolah – olah karangan sendiri. Kalimat diatas menunjukkan bahawa kegiatan plagiat adalah tindakan buruk. Tindakan yang seharusnya tidak menjadi bagian dari kebiasaan kita atau yang lebih buruk lagi menjadi kebudayaan kita.

Saat ini praktek plagiat sudah terlanjur menjadi kebiasaan dalam mencapai sesuatu yang diinginkan. Praktek tersebut sudah merambah ke hampir semua aspek kehidupan. Dan parahnya lagi banyak orang yang hidupnya tergantung dari praktek tersebut. Banyak diantara tayangan di TV yang merupakan hasil plagiat, atau lagu-lagu hasil plagiat, lukisan plagiat, dan bahkan karya tulis plagiat.

Seolah tidak cukup dengan keburukan yang diciptakan plagiarisme, praktek ini juga membudidaya dalam dunia pendidikan. Dunia yang sarat dengan orang-orang maju yang berpendidikan serta merupakan investasi bagi bangsa untuk mencetak kader-kader bangsa yang unggul. Dunia ini telah tercemar dengan adanya plgiarisme yang membudaya di kalangan masyarakat.

Dalam kesempatan ini, penulis membuat makalah ini sebagai wujud keprihatinan penulis dan sebagai rasa penyesalan penulis terhadap fenomena plagiarisme. Dalam makalah ini penulis akan membahas tentang praktik plagiarisme di kalangan mahasiswa, faktor penyebab serta beberapa saran untuk mencegah perkembangan plagiarisme. Semoga apa yang penulis sampaikan dapat mencerahkan hati dan menjernihkan pikiran pelajar pada umumnya serta penulis pada khususnya. Sehingga sedikit demi sedikit dapat menghilangkan praktik plagiarisme

PEMBAHASAN

Tugas merupakan salah satu hal yang tidak dapat dihindari oleh seorang pelajar. Para guru tentu saja memiliki tujuan khusus dengan diberikannya tugas tersebut. Dari tugas ini para guru dapat menila dan memantau sejauh mana pelajar mengerti tentang materi yang telah diberikan. dan juga tugas tersebut berguna sebagai salah satu acuan dalam pemberian nilai di akhir penganjaran. Bagi para pelajar, tugas ini memberikan latihan kepada mereka agar lebih mengerti materi pengajaran.

Dalam menyelesaikan tugas-tugasnya, kadangkala para pelajar melakukan tindakan yangn kurang terpuji. Contohnya dengan melakukan tindakan plagiat. Kegiatan tersebut adalah menjiplak, atau mengambil suatu karangan orang lain dengan sengaja dan menjadikan karangan tersebut sebagai miliknya.

Factor-faktor penyebab plagarisme di kalangan pelajar:

  1. penyalahgunaan tekhnologi

internet tidaklah menjadi hal yang asing lagi bagi kaum pelajar. Apalagi bagi mereka yang hidup di kota-kota besar, internet sudah menjadi makanan sehari-hari. Tetapi dalam hal ini terdapat hal-hal yang yang menjadikan internet sebagai alat plagarisme yang baik, efisien dan sempurna. Banyak diantara pelajar yang menggunakan tehnologi ini sebagai alat untuk menjiplak hasil karya tulis orang lain dengan sengaja. Disamping itu kegiatan plagiat dengan sarana internet adalah sangat mudah. Sehingga tanpa piker panjang, mereka menjiplak karya orang lain.

  1. tidak adanya sanksi yang tegas

Dalam dunia pendidikan di Indonesia, upaya perlindungan terhadap hak paten dari suatu karya ilmiah masih sedikit. Penegakan hukum terhadap tindakan plagiat suatu karya ilmiah juga masih lemah. Kalaupun ada yang sering terkena hukuman adalah mahasiswa yang ketahuan melakukan plagiarisme. Sedangkan bagi orang yang menawarkan jasa penyusunan dan penjualan skripsi serta tesis masih sering lepas dari jerat hukum. Sehingga penjiplakan suatu karya ilmiah masih sangat mudah untuk dilakukan. Bahkan untuk mengetahui keaslian dari karya tulis tersebut sangat sulit dilakukan. Oleh sebab itu plagiarisme sulit diberantas.

  1. diri sendiri

terdapat banyak sebab yang dating dari diri sendiri mengapa pelajar melakukan tindakan plagiat. Diantaranya ialah malas, kurang percaya diri, kurang mampunya mengatur waktu.

Seandainya di dunia ini tidak ada sifat pemalas, maka terciptalah manusia yang energik yang bersumberdaya tinggi yang mampu bersaing dengan situasi dan kondisi di dunia ini. Dalam kenyataanya sifat malas ini sering muncul dan hinggap pada masyarakat. Tak terkecuali bagi pelajar. Sifat malas ini yang menjadikan seorang pelajar enggan atau dalam bahasa jawa “wegah” untuk mentelesaaikan suaru pekerjaan atau tugas.

Ketidakpercayaan diri juga merupakan faktor penyebab dari plagiarisme. Mahasiswa seringkali merasa takut untuk mengeluarkan ide – idenya karena kurangnya rasa percaya diri. Mereka beranggapan bahwa ide – ide mereka tidak layak ataupun tidak dapat diterima oleh publik. Mereka menilai hasil kutipan atau plagiat adalah karya yang sempurna. Padahal hal itu belum tentu benar. Tanpa menuangkan ide – ide mereka yang orisinil dan memperlihatkannya pada publik, mereka tidak akan pernah tahu apakah ide mereka itu bagus atau tidak.

Pengaturan waktu yang efisien juga mempengaruhi pelajar unutk melakukan kegiatan plagiat. Dan juga merupakan factor terpenting yang menentukan seseorang menjadi sukses atau tidak dalam mencapai tujuan. Bagi mereka yang kurang bisa mengatur waktu, akan kebingungan karena mereka merasa tidak memiliki waktu lagi untuk menyelesaikan tugas mereka. Akibatnya mereka mengambiljalan pintas yaitu menjiplak hasil karya orang lain.

  1. kurangnya pengetahuan

pelajar sering kali tidak mengerti aturan-aturan tentang bagaimana cara membuat karya tulis yang baik dan benar. Padahal di dalam penulisan karya, tidaklah lepas dari aturan-aturan yand ada. Aturan-aturan tersebut dapat berupa penyusunan kalimat yang harus koheren dan kohesi, penggunaan tanda baca, dan lain-lain. Seringkali aturan diatas membuat pelajar kesulitan untuk membuat karya tulis. Jalan keluar terbaik, termudah yang ada dalam pikiran mereka mungkin dengan jalan menjiplak atau pemlagiatan.

Untuk mengatasi tindakan plagiarisme yang semakin meluas saja di kalangan pelajar, terdapat hal-hal yang harus diperhatikan. Misalnya:

Penanggulangan plagarisme di kalangan pelajar

  1. adanya tindak tegas bagi plagiator

dunia pendidikan yang telah terkontamonasi dengan adanya plagarisme hendaknya membuat sadar para penegak hokum atau aparat yang berwenang. Mereka harus mampu untuk membuat undang-undang tentang plagarisme dan menlaksanakan undang-undang tersebut secara optimal. Hal ini tentunya akan memberikan gambaran bagi mereka yang mau melakukan tindakan plagiat dan memberikan sangsi bagi para pelanggar undang-undang. Bagi para pemilik karya tulis, mereka menjadi merasa terlindungi dengan peraturan tersebut.

Sebagai conroh tindakan yang diambil dalam penegakan undang-undang plagarisme adalah pencopotan gelar bagi seseorang yang membuat suatu tugas akhir dengan tindakan plagiat.

  1. mempelajari cara menulis

salah satu cara untuk menghindari plagiarisme yang efektif adalah dengan mempelajari cara-cara menulis yang baik dan benar. Banyak sekali sumber yang tersedia untuk mempelajari cara-cara tersebut. Membaca buku, sumber dari internet, serta pelajaran yang didapat di kelas maupun di luar kelas. Tetapi sesuatu yang paling berharga untuk menjadi guru adalah pengalaman masing-masing orang. Pengalaman akan mengajarkan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Dengan mengetahui cara atau trik tersebut, orang akan bisa membuat suatu tulisan yang bermutu. Dan juga latihan dalam menulis karangan akan bisa membantu agar terbiasa untuk menulis dan menghindari kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat.

  1. perbaikan dlm diri

faktor dari dalam diri sendiri merupakan factor yang penting dalam menangani plagiarisme. Jika diri sendiri berniat untuk bisa membuat sebuah karya yang murni dari kerja keras sendiri, maka tubuh ini akan mengikuti apa yang dikehendaki. Rasa malas yang ada bisa diatasi dengan selalu membiasakan diri unruk aktif dalam membuat tugas. Percaya diri dapat dibangun dengan belajar dan selalu belajar agar pengetahuan yang kita miliki selalu bertambah. Dan pemanfaatan waktu yang efisien bisa membuta kita untuk mengatur jadual-jadual yangn kita miliki. Sehingga semua tugas bisa diselesaikan tepat pada waktunya dan dengan hasil yang memuaskan pula.

KESIMPULAN

Tindakan plagiat merupakan tindakan yang tidak terpuji. Tindakan tersebut dapat mengakibatkan kerugian bagi pelaku dan korbannya juga. Bagi pelaku tindakan tersebut akan menjerumuskan mereka kedalam kondisi kebodohan yang menghambat mereka untuk belajar dan maju. Apabila ketahuan melakukan tindakan tersebut,pelaku juga bisa dikenakan sangsi oleh pihak yang berwenang. Bagi korban plagiat tentu saja mereka dirugikan karena hasil karya mereka di ambil, diakui sebagai hasil karya orang lain.

Adapun sebab-sebab terjadinya plagiarisme di kalangan pelajar dan hal-halyang perlu diperhatikan dalam penanganan plagiarisme seperti apa yang tertuang diatas adalah sedikit contoh dari apa yang terjadi pada kenyataan.

Tidak ada komentar: